Semalam, sementara menunggu khutbah Jumaat bermula aku termenung jauh...membayangkan diri berada di suatu tempat yang sangat asing dan jauh dari pengetahuan manusia....duduk,perhati dan fikir...aku dapat merasakan kehadiran "tenang" itu walaupun tidak berada ditempat yang sebenar......keinginan untuk berada di situ ada,cuma kesempatan yang tiada.....rupa2nya, baru aku sedar....hadirnya tenang itu datang bila kita sentiasa berusaha mencarinya....ketenangan hati itu datang bilamana kita hadirkan zikir dan fikir dalam diri.....
Berbicara tentang soal hati sama seperti menyelam ke dasar laut mencari sesuatu.....terlalu luas dan misteri....kadangkala kita sendiri tidak mampu menghadapi gelora dan tekanannya.....namun,laut xselalunya bergelora....sampai masa ia tetap akan reda,tenang......samalah sifatnya dengan hati...
Tidak semua orang mempunyai hati yang tenang....kalau ada pun tidak konsisten...mendidik hati menjadi tenang adalah tugas kita kerana setiap hari kita bekerja dengan hati.....hati adalah penentu segala perbuatan kita....hati juga yang mencorak peribadi individu......bak kata pepatah, "Akal adalah menteri,Hati adalah rajanya".....hati yang tenang dan bersih,adalah hati yang sangat berharga....menjadikan seseorang itu mulia bukan sahaja disisi Allah,malah disisi makhlukNya....
Apa yang ingin dikongsi disini, dalam buku Lembaran Hidup Para Ulama, Warisan Ilmuan Islam ada menyebut tentang kehebatan ulama2 silam yang bukan sahaja hebat dalam bidang masing2 malahan berupaya mendalami dan mengubati penyakit2 hati....mereka dikatakan orang yang paling arif dengan selok-belok hati....orang2 seperti inilah yang kita perlukan sekarang untuk membantu memahami hati kita dengan lebih baik...alangkah indahnya jika kita dapat berjumpa dengan orang2 seperti mereka....sayang,kita hanya mampu membaca sejarah hidup,tapi xdapat hidup bersama2 mereka....namun itu bukan alasan!
Ulama adalah pewaris Nabi...segala apa yang disampaikan mereka adalah ilmu2 yang diwarisi daripada junjungan kita Nabi Muhammad SAW....kita seharusnya berusaha mengikuti jejak ulama2 ini agar hati kita sentiasa tenang...agar ilmu tentang hati ini dapat diwarisi pula kepada generasi akan datang....jadi,selain zikir,ada satu ayat Al Quran yang jika kita baca, dapat melembut dan mententeramkan hati....ayat ini daripada Surah Al Fajr (27-30):
يَـٰٓأَيَّتُہَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ (٢٧) ٱرۡجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً۬ مَّرۡضِيَّةً۬ (٢٨) فَٱدۡخُلِى فِى عِبَـٰدِى (٢٩) وَٱدۡخُلِى جَنَّتِى
"Wahai Jiwa yang tenang kembalilah kepada Tuhanmu dengan redha dan diredhai, maka masuklah kedalam golongan hamba-KU dan masuklah kedalam surga-KU"
Sama2 kita amalkan....
p/s: kalaulah diberi peluang dan kesempatan, teringin juga nak mengkaji "hati dan otak"....sebab dua benda inilah tempat letaknya jiwa dan akal...;)-
"Aku adalah Hamba"

best topic ni..huhu
ReplyDelete